Cara Membuat Swap pada Linux: Panduan Lengkap dan Mudah Dipahami untuk Pemula

Saat menggunakan Linux, terutama pada server atau laptop dengan RAM terbatas, kamu mungkin pernah mengalami kondisi sistem terasa lambat, aplikasi berhenti merespons, atau bahkan crash secara tiba-tiba. Salah satu solusi yang sering direkomendasikan untuk masalah ini adalah menggunakan swap.

Bagi pemula, istilah swap mungkin terdengar teknis dan membingungkan. Padahal, konsepnya cukup sederhana dan sangat berguna untuk menjaga stabilitas sistem Linux. Artikel ini akan membahas cara membuat swap pada Linux secara lengkap, mulai dari pengertian swap, manfaatnya, jenis swap, hingga langkah-langkah praktik yang aman dan mudah diikuti.

Apa Itu Swap pada Linux?

Swap adalah ruang cadangan memori yang digunakan Linux ketika RAM fisik mulai penuh. Swap bisa berupa:

  • File swap (swap file)
  • Partisi swap (swap partition)

Saat RAM hampir habis, Linux akan memindahkan sebagian data yang jarang digunakan ke swap. Dengan begitu, sistem tetap bisa berjalan tanpa langsung kehabisan memori.

Secara sederhana:

  • RAM = memori utama (cepat)
  • Swap = memori cadangan (lebih lambat, tapi membantu)

Mengapa Swap Penting di Linux?

Swap bukan hanya untuk komputer dengan RAM kecil. Bahkan server dengan RAM besar pun sering tetap menggunakan swap. Berikut beberapa alasan mengapa swap itu penting.

1. Mencegah Sistem Crash

Tanpa swap, ketika RAM penuh, Linux bisa:

  • Mematikan aplikasi secara paksa
  • Mengalami freeze
  • Restart secara tidak terduga

Swap membantu sistem tetap stabil saat memori hampir habis.

2. Membantu Manajemen Memori

Linux sangat pintar dalam mengatur memori. Dengan adanya swap, sistem bisa:

  • Menyimpan proses yang jarang digunakan
  • Memberi ruang lebih untuk proses aktif
  • Mengoptimalkan performa keseluruhan

3. Wajib untuk Hibernasi

Jika kamu menggunakan fitur hibernate, swap harus memiliki ukuran minimal sama dengan RAM. Tanpa swap, hibernasi tidak akan berfungsi.

Swap vs RAM: Apa Bedanya?

Banyak orang bertanya, apakah swap sama dengan RAM? Jawabannya jelas tidak sama.

AspekRAMSwap
KecepatanSangat cepatLebih lambat
MediaHardware fisikHard disk / SSD
FungsiMemori utamaCadangan memori
Dampak performaTinggiLebih rendah

Swap bukan pengganti RAM, tetapi pelengkap.

Jenis Swap di Linux

Sebelum membuat swap, penting untuk memahami jenis swap yang tersedia.

1. Swap Partition

Swap partition adalah partisi khusus yang dibuat saat instalasi Linux.

Kelebihan:

  • Performa stabil
  • Cocok untuk server

Kekurangan:

  • Sulit diubah ukurannya
  • Harus partisi ulang

2. Swap File

Swap file adalah file biasa yang difungsikan sebagai swap.

Kelebihan:

  • Mudah dibuat dan dihapus
  • Ukuran fleksibel
  • Cocok untuk pemula

Kekurangan:

  • Sedikit lebih lambat dibanding swap partition

👉 Untuk kebanyakan pengguna, swap file adalah pilihan terbaik.

Mengecek Apakah Linux Sudah Menggunakan Swap

Sebelum membuat swap baru, sebaiknya cek dulu apakah sistem kamu sudah memiliki swap.

Cek Swap dengan Command swapon

swapon --show

Jika tidak ada output, berarti belum ada swap aktif.

Cek dengan free

free -h

Jika bagian Swap menunjukkan 0B, artinya swap belum tersedia.

Berapa Ukuran Swap yang Ideal?

Ukuran swap tergantung kebutuhan dan kapasitas RAM.

Rekomendasi Umum Ukuran Swap

RAMSwap Disarankan
1 GB2 GB
2 GB2–4 GB
4 GB4 GB
8 GB4–8 GB
> 8 GBOpsional

Jika menggunakan hibernasi, swap minimal harus sama dengan RAM.

Cara Membuat Swap File di Linux (Step by Step)

Berikut panduan cara membuat swap file di Linux yang aman dan mudah diikuti.

1. Buat File Swap

Misalnya kita ingin membuat swap sebesar 2GB.

sudo fallocate -l 2G /swapfile

Jika fallocate tidak tersedia, gunakan:

sudo dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1M count=2048

2. Atur Permission Swap File

Swap file harus memiliki izin yang aman.

sudo chmod 600 /swapfile

Langkah ini penting agar swap tidak bisa diakses user lain.

3. Format File Menjadi Swap

sudo mkswap /swapfile

Perintah ini akan mengubah file menjadi swap area.

4. Aktifkan Swap

sudo swapon /swapfile

Setelah ini, swap sudah aktif.

5. Verifikasi Swap

swapon --show

atau

free -h

Jika swap muncul, berarti proses berhasil.

Membuat Swap Aktif Otomatis Saat Boot

Agar swap tetap aktif setelah restart, tambahkan ke file /etc/fstab.

Edit File fstab

sudo nano /etc/fstab

Tambahkan baris berikut di bagian bawah:

/swapfile none swap sw 0 0

Simpan dan keluar.

Mengatur Swappiness di Linux

Swappiness adalah parameter yang mengatur seberapa agresif Linux menggunakan swap.

Cek Nilai Swappiness

cat /proc/sys/vm/swappiness

Nilai default biasanya 60.

Mengubah Swappiness Sementara

sudo sysctl vm.swappiness=10

Nilai rendah berarti Linux lebih mengutamakan RAM.

Mengubah Swappiness Permanen

Edit file:

sudo nano /etc/sysctl.conf

Tambahkan:

vm.swappiness=10

Kapan Swap Sebaiknya Digunakan?

Swap sangat disarankan jika:

  • RAM kecil
  • Menggunakan server
  • Menjalankan banyak aplikasi
  • Menggunakan Docker atau VM
  • Sistem sering kehabisan memori

Swap juga membantu pengembangan aplikasi, misalnya saat menjalankan backend, database, dan emulator secara bersamaan.

Swap dan Pengembangan Aplikasi

Dalam dunia pengembangan aplikasi, swap sering dianggap sepele, padahal cukup penting. Saat kamu menjalankan:

  • Backend API
  • Database
  • Mobile emulator
  • Tools build

Memori bisa cepat penuh. Dengan swap, sistem jadi lebih stabil dan jarang mengalami force close.

Sebagai contoh, saat kamu mengembangkan aplikasi Flutter yang terhubung dengan backend Laravel, proses testing sering membutuhkan resource cukup besar. Jika tertarik mempelajari interaksi Flutter dan backend, kamu bisa membaca tutorial terkait penghapusan data melalui REST API di Flutter pada artikel berikut:
👉 https://www.hariankoding.com/tutorial-flutter-dengan-laravel-rest-api-6-delete-data-di-flutter-dari-rest-api/

Artikel tersebut membahas praktik pengembangan aplikasi yang sering dijalankan bersamaan dengan server lokal, di mana swap bisa membantu performa sistem.

Cara Menghapus Swap File (Jika Tidak Dibutuhkan)

Jika suatu saat kamu ingin menghapus swap, lakukan langkah berikut.

1. Matikan Swap

sudo swapoff /swapfile

2. Hapus File Swap

sudo rm /swapfile

3. Hapus dari fstab

Edit /etc/fstab dan hapus baris swap.

Kesalahan Umum Saat Membuat Swap

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak mengatur permission
  • Ukuran swap terlalu besar
  • Lupa menambahkan ke fstab
  • Swappiness terlalu tinggi

Dengan mengikuti panduan di atas, kesalahan ini bisa dihindari.

Apakah Swap Memperlambat Sistem?

Jawabannya: tergantung kondisi.

Swap memang lebih lambat dibanding RAM, tetapi:

  • Lebih baik lambat daripada crash
  • Swap digunakan hanya saat dibutuhkan
  • Dengan SSD, performa swap jauh lebih baik

Swap bukan untuk mempercepat, tapi menjaga stabilitas.

Kesimpulan

Membuat swap pada Linux adalah langkah penting untuk meningkatkan stabilitas sistem, terutama jika RAM terbatas atau sering menjalankan aplikasi berat. Swap membantu Linux mengelola memori dengan lebih baik, mencegah crash, dan menjaga sistem tetap responsif.

Untuk pemula, swap file adalah pilihan paling praktis karena mudah dibuat, diatur, dan dihapus. Dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan, kamu bisa membuat swap dengan aman tanpa risiko besar.

Jika kamu sering menggunakan Linux untuk pengembangan aplikasi, server, atau multitasking berat, swap bukan lagi pilihan tambahan, tetapi kebutuhan yang sebaiknya dipertimbangkan sejak awal.

Faisal Mahadi
Faisal Mahadi

Mobile Apps Developer | Android Enthusiast | Keep Learning | Android Dev
Serta Owner Hariankoding.com

Articles: 17